januaritoto SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan
Jakarta (ANTARA) - Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menyatakan keprihatinan yang mendalam sekaligus mengecam keras tindakan intimidasi yang dialami sejumlah wartawan peliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR),januaritoto Ternate, Maluku Utara. "Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ofisial Malut United terhadap wartawan peliput. Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji, ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang," kata Ketua Umum SIWO PWI Pusat di Jakarta Suryansyah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu. "Wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah. Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa mereka menghapus hasil kerja jurnalistiknya." Baca juga: PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/3) malam, sekitar pukul 23.05 WIT, pascapertandingan tersebut dinilai pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak-hak jurnalistik yang dijamin oleh undang-undang. Salah seorang wartawan yang menjadi korban adalah jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate Irwan Djailani (alias Bradex), yang didatangi, diintimidasi, dan dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian sah dari kerja jurnalistiknya. Tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pria yang diduga ofisial tim Malut United. Tidak hanya berhenti pada intimidasi terhadap wartawan, ofisial yang sama juga meminta steward untuk mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun, meski para wartawan tersebut telah dilengkapi dengan ID Card resmi yang dikeluarkan oleh penyelenggara kompetisi BRI Super League. Tindakan tersebut dianggap bentuk nyata dari penghalangan kerja jurnalistik yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi dan alasan apapun. "SIWO PWI Pusat tidak akan tinggal diam. Kami akan melaporkan hal ini secara resmi ke Kapolri, sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kejadian ini secara serius," ujar Suryansyah. "Kami juga mendesak PT I-League untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang bersangkutan." "Intimidasi terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi. Kami akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi setiap wartawan olahraga Indonesia dalam menjalankan tugasnya," lanjut Suryansyah. Baca juga: Malut United evaluasi lini pertahanan setelah imbang 3-3 dengan PSM Hal senada juga diungkapkan Ketua PWI Maluku Utara Asri Fabanyo, yang mengecam tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis saat menjalankan tugas peliputan pada laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3). "Tindakan yang dilakukan bos Malut United tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang. Saya mendukung SIWO PWI Pusat yang bersurat ke Kapolri untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut," kata Asri Fabanyo. Ia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi. Mereka bekerja di lapangan sesuai SOP dan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk penghalangan terhadap kerja wartawan merupakan pelanggaran hukum. Kami geram sekali dengan sikap dan tindakan bos Malut United," ujar Asri. Selain SIWO PWI Pusat, PSSI Pers juga mengutuk keras tindakan intimidasi terhadap wartawan yang bertugas dalam pertandingan Malut United Vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3). PSSI Pers menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk intimidasi, ancaman, atau upaya menghalangi tugas wartawan merupakan tindak pidana yang dapat dijerat hukum. "Insan pers memiliki peran penting dalam ekosistem sepak bola dan harus dapat menjalankan tugas jurnalistiknya secara bebas, aman, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun," tulis PSSI Pers dalam unggahan media sosial, Minggu. "Kami meminta seluruh pihak, baik suporter maupun klub dan ofisial tim, untuk menghormati kerja wartawan serta menjaga profesionalisme demi terciptanya iklim sepak bola yang sehat, terbuka, dan saling menghormati." Baca juga: Suporter PSM dilarang hadir saat Malut United vs PSM MakassarIntimidasi terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
相关推荐
-
Pelatih Bali United: Kemenangan atas Arema angkat percaya diri pemain
-
Donny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lama
-
Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya
-
Persita curi tiga poin penuh dari markas PSM Makassar
-
Persebaya Surabaya berambisi hentikan rekor buruk di Segiri
-
Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah
- 最近发表
-
- Bojan Hodak waspadai agresivitas Persik Kediri
- PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026
- PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- Thailand hancurkan Malaysia, antar Indonesia lolos ke semifinal
- Bojan Hodak tegaskan persaingan meraih juara akan sengit hingga akhir
- Mauricio Souza sepakat dengan keluhan pelatih Borneo
- Nova Arianto selaraskan filosofi timnas U
- Semen Padang tahan imbang 10 pemain PSIM Yogyakarta
- Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat
- PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang
- 随机阅读
-
- 41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 2026
- Persib Bandung berpesta lima gol ke gawang Madura United
- Nova Arianto selaraskan filosofi timnas U
- Rizky Ridho sayangkan Persija kembali buang poin di kandang
- Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu
- PSIM kembali menang, Van Gastel masih beri catatan evaluasi
- Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
- Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
- Persebaya Surabaya imbang lawan Persib Bandung 2
- Elkan Baggot kembali ke timnas Indonesia
- Beckham Putra doakan Febri Hariyadi segera pulih dari cedera
- Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit
- Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
- Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan
- Prabowo pastikan ketersediaan pangan aman di tengah krisis global
- Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit
- 41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 2026
- Thailand hancurkan Malaysia, antar Indonesia lolos ke semifinal
- Marc Klok tegaskan FIFA Series sangat penting untuk timnas Indonesia
- Pelatih PSIM puji semangat juang timnya saat hadapi Semen Padang
- 搜索
-
- 友情链接